Menu Click to open Menus
AL-MADANI NEWS
Home » Profil PGIT Al-madani

Profil PGIT Al-madani

PGIT (Play Group Islam Terpadu) Al-Madani :

PGIT (Play Group Islam Terpadu) Al-Madani mulai didirikan pada tahun 2014 atau pada Tahun Pelajaran 2014-2015, sembilan tahun setelah didirikannya TKIT Al-Madani. Didirikan jauh lebih belakangan dibandingkan dengan TKIT Al-Madani. Beberapa faktor yang menjadikan PGIT Al-Madani harus didirikan : 1) Kesadaran masyarakan yang semakin meningkat untuk mendidik anaknya secara sistematis sejak anak usia dini 2). Era teknologi informasi yang semakin canggih, membuat OT siswa harus mensiasati bagaimana agar tidak berdampak negatif, dan sarana yang efektif diantaranya dengan menitipkan anaknya di play group agar proses tumbuh kembang anak bisa lebih terarah  3). Kebijakan pemerintah yang mendorong agar anak sudah dididk secara sistematis sejak usia dini.

Pembelajaran di PGIT Al-Madani :

PGIT Al-Madanimerupakan satuan pendidikan anak usia dini yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia di bawah lima tahun. . Play Group atau Kelompok Bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak.

Jenis kegiatan yang ada pada Kelompok bermain umumnya terbagi menjadi dua jenis kegiatan yaitu kegiatan rutin dan kegiatan spontanitas. Kegiatan rutin merupakan kegiatan rutin sehari-hari yang dilaksanakan secara tidak terprogram, tidak ada ketentuan waktu yang teratur dalam melaksanakan kegiatan.. Masa belajar di PGIT Al-Madani hanya 1 (satu) tahun. Sepekan hanya 3 (tiga) hari saja, yaitu : senin, rabu, dan jum’at. Waktu belajar dimulai jam 07.30.wib. s.d 09.30.wib. 

Umur rata-rata minimal  mulai dapat belajar di PGIT Al-Madani berkisar antara umur  3-4 tahun sedangkan umur rata-rata untuk lulus dari PGIT Al-Madani berkisar 5-6 tahun. Setelah lulus dari PGIT Al-Madani, melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yaitu jenjang TKIT.

Di PGIT Al-Madani, siswa diberi kesempatan untuk belajar dan diberikan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia pada tiap-tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai hal-ihwal berikut ini:

  • Pembiasaan akhlak Islami
  • Budi bahasa yang baik
  • Mengenal aksara
  • Bernyanyi/bernasyid
  • Bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya
  • Berbagai macam keterampilan lainnya yg mendukung tumbuh kembang anak

Di PGITIT Al-Madani ditambahkan dengan muatan lokal keislaman :

  • Belajar mengenal bacaan Al-Qur’an
  • Menghafal ayat-ayat pendek
  • Menghafal do’a sehari-hari
  • Praktek ibadah : belajar  sholat,  zakat, puasa, manasik haji
  • Penanaman akhlak Islami dalam setiap pembelajaran

Tujuan pendidikan di tingkat PGIT Al-Madani adalah meningkatkan daya cipta anak-anak dan memacunya untuk belajar mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Semua dirancang sebagai upaya mengembangkan daya pikir dan peranan anak dalam hidupnya. kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain.

Kurikulum PGIT Al-Madani :

Kurikulum PGIT  Al-Madani mengacu kepada kurikulum resmi  Diknas dipadukan dengan materi keislaman yang berorientasi pada:

  • Intergrasi nilai-nilai Islam pada setiap aspek pembelajaran
  • Pembinaan aspek fikriyah, ruhiyah serta jasadiyah secara seimbang
  • Program tahsin serta tahfidz (hafalan) qur’an

Aspek keterpaduan yang ditanamkan antara lain :

  • Keterpaduan semua potensi kecerdasan anak (multiple intelligence): kecerdasan intelektual /fikriyah (IQ), kecerdasan emosional /ma’nawiyah (EQ), kecerdasan spiritual/ruhiyah (SQ), kecerdasan kreatifitas/ jasadnya (CQ), life skill serta kecerdasan lainnya
  • Keterpaduan antara pendidikan umum formal dengan agama-diniyyah baik secara substansi muatan dalam materi pelajaran maupun tema pembelajaran
  • Keterpaduan antara konsep dan penanaman nilai dengan amaliyah dan praktek serta keteladanan
  • Keterpaduan atau integrasi antara program kurikulum dengan seluruh sisi kehidupan anak seperti: belajar, bermain, beribadah, eksplorasi dll
  • Keterpaduan antara pemahaman nilai-nilai taurits asasi (al-qur’an dan as-sunnah) dengan wawasan kontemporer dan science
  • Keterpaduan penanaman visi kesuksesan di dunia maupun kesuksesan di akhirat.